Jatirejo, Kanal - Sekitar 500 warga korban lumpur Lapindo dari beberapa desa,
menghadiri acara upacara bendera yang diselenggarakan oleh BPLS di atas
tanggul cincin, Jatirejo. Tepatnya diatas
komplek Ponpes Ahas, yang sudah terkubur lumpur Lapindo.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah undangan, diantaranya adalah jajaran polsek Porong, perwakilan Kodim Sidoarjo, perwakilan masyarakat Korban Lumpur lapindo, (GKLL dan Geppres), kelompok masyarakat yang berkegiatan di atas tanggul, mulai dari pengojek sampai pekerja tanggul. Tetapi, tidak terlihat warga GKLL yang hadir.
Setelah acara upacara selesai digelar, warga Korban Lapindo yang menuntut pembayaran sistem cash and carry, melakukan aksi membentang spanduk tuntutan pembayaran sisa 80% kepada pihak BPLS.
Para
ibu-ibu dengan emosi mengadukan nasibnya kepada perwakilan BPLS, yang diwakili
oleh Humas mereka, Zulkarnain.
Mereka mengharapkan kepada BPLS untuk mengingatkan Lapindo supaya segera menyelesaikan sisa pembayaran 80 persen karena jatuh tempo pembayaran sudah lewat satu bulan. "Tolong pak Zul perhatikan kami, kontrakan kami sudah habis kami tidak punya uang lagi untuk mengontrak rumah. Tolong selesaikan pembayaran 80%". Tegas Ibu Uswati warga Jatirejo RT 10.
Selain itu warga juga mengancam jika dalam akhir bulan agustus belum ada
kepast
ian soal pembayaran 80 persen maka warga mengancam akan menduduki tanggul dan memberhentikan semua
aktifitas penanggulan. "Kalau sampai bulan ini belum ada kepastian maka kami
akan menduduki tanggul ini karena kami masih punya hak atas tanah ini" tegas Pak Ikhsan, korban dari Desa Kedung Bendo dengan nada tinggi.
BPLS sendiri menyikapinya dengan menjanjikan pertemuan dengan warga di Posko GEPPRES. Mereka berjanji kepada warga akan duduk bersama untuk membicarakan lebih lanjut soal tuntutan warga yang tergabung dalam Gabungan Pendukung Peraturan Presiden (GEPPRES). "Monggo kalau warga menuntut penyelesain 80% dengan di fasilitasi oleh kami. Kami akan memfasilitasi" tegas Zulkanain menenangkan warga [man/nov]
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|








kami Do'akan semoga perjuangan warga ...
kasihan para korban lumpur lapindo, m...
awalnya di perkirakan kelalaian seka...
ga kuat mo kasih komentar.....cm bs i...