Portal Korban Lapindo

Wednesday
Feb 08th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Ironi TK Berprestasi di Kolam Lumpur

E-mail Print PDF

Aloysius B Kurniawan - Tahun lalu, Siti Fatima, Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Pejarakan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, terpilih sebagai kepala sekolah paling berprestasi se-Jawa Timur. Siti dan TK Dharma Wanita yang diasuhnya sebenarnya berpeluang dipromosikan sebagai TK berprestasi tingkat nasional.

Namun, upayanya gagal karena satu syarat, kondisi gedung sekolah tempat ia bekerja semakin tak layak karena semburan lumpur Lapindo. Empat tahun sudah semburan lumpur Lapindo mengancam TK Dharma Wanita Pejarakan serta SDN Pejarakan yang berada dalam satu kompleks. Jumat (24/9), tiga semburan lumpur bercampur gas dan air muncul di belakang gedung. Karena kuatnya semburan, air bercampur lumpur sempat menggenangi bangunan sekolah hingga setinggi 15 sentimeter.

Tak hanya itu, Rabu (29/9) dini hari semburan lumpur bercampur gas juga muncul di kamar mandi dan toilet SDN Pejarakan yang hanya beberapa jengkal jaraknya dari gedung TK. Karena bau gas yang menyengat dan mudah terbakar, Kepala SDN Pejarakan Mudzakir Fakir terpaksa memindahkan siswa kelas VI ke mushala. Jika kondisi semakin darurat, seluruh siswa akan dipindahkan ke kantor kelurahan setempat.

Jumlah siswa menyusut

Meski dikelilingi semburan lumpur dan gas, Siti dan para guru lainnya tetap setia mendampingi murid-muridnya. Mereka tetap berangkat sekolah seperti hari-hari sebelumnya.

Menurut Siti, setelah lumpur menyembur tahun 2006 lalu, jumlah siswa yang ia asuh langsung menyusut. "Dulu jumlah murid asuh kami 70 anak dan kini tinggal 29 anak. Anak-anak pindah sekolah karena orangtua mereka semakin khawatir dengan kondisi lingkungan di sini," ucapnya.

Kondisi serupa juga dialami TK Dharma Wanita Besuki. Kepala Sekolah TK Dharma Wanita Besuki Yuliati mengatakan, jumlah siswa menyusut dari 100 anak menjadi 36 anak. "Karena sedikitnya siswa, kami juga kesulitan menggaji dua guru honorer kami. Kas sekolah sampai minus. Guru honorer terpaksa digaji Rp 215.000 hingga Rp 300.000 per bulan," ujarnya.

Sementara itu, penyusutan jumlah siswa juga dialami SDN Pejarakan. Empat tahun lalu jumlah total murid mencapai 164 siswa dan kini tinggal 114 siswa. Pihak sekolah bahkan sampai menyiapkan blanko pindah sekolah dalam jumlah banyak untuk mengantisipasi para siswa yang pindah sekolah secara mendadak.

Camat Kecamatan Jabon Moch Solichin mengatakan, banyak tanah dan bangunan milik warga di Pejarakan yang telah mendapatkan ganti rugi dari pemerintah melalui Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Namun, belum ada perhatian bagi fasilitas umum khususnya sekolahan di sekitar kolam lumpur Lapindo. Hingga saat ini, masih ada dua SD dan dua TK di Desa Pejarakan dan Besuki yang belum direlokasi.

"Setiap hari para murid dan guru harus menghirup gas metan dan menghadapi ancaman semburan lumpur yang sewaktu-waktu muncul. Kami berharap ada upaya dari BPLS untuk mengecek kesehatan mereka secara berkala atau mengevakuasi mereka ke tempat yang lebih aman," kata Solichin.

Dalam Perpres No 48/2008 mengenai Perubahan atas Perpres No 14/2007 tentang BPLS Desa Besuki, Desa Pejarakan, dan Desa Kedungcangkring telah dinyatakan tidak layak huni atau area peta terdampak. Namun, hingga saat ini belum ada upaya baik dari BPLS maupun pemerintah pusat untuk merelokasi sekolah yang ada di kawasan itu. Kepala Humas BPLS Achmad Zulkarnain mengatakan, BPLS dan Pemkab Sidoarjo akan berkoordinasi untuk memutuskan relokasi sekolah-sekolah di area peta terdampak.

Empat tahun semburan lumpur terus muncul dan makin mengancam para siswa dan guru yang setiap hari beraktivitas di dekat bibir kolam penampungan lumpur. Ironinya, pemerintah tak segera ambil kebijakan untuk segera mencarikan tempat belajar baru bagi para calon penerus bangsa yang beberapa di antaranya mengenyam pendidikan di TK berprestasi se-Jatim itu.

(c) cetak.kompas.com

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Foto

Video

Marjinal: Jangan Padamkan Semangat

Langganan

Kanal Radio

Ketika Rohman Tidak Mendapatkan Informasi

Dokumen


Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/var/www/virtual/korbanlumpur.info/htdocs/dmdocuments/) is not within the allowed path(s): (/home/httpd/korbanlumpur.info/httpdocs:/home/httpd/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info:/home/korbanlumpur.info/:/tmp:/usr/share/pear:/var/lib/php/session/:/home/kloxo/httpd/script) in /home/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info/administrator/components/com_docman/classes/DOCMAN_file.class.php on line 71

Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/var/www/virtual/korbanlumpur.info/htdocs/dmdocuments/) is not within the allowed path(s): (/home/httpd/korbanlumpur.info/httpdocs:/home/httpd/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info:/home/korbanlumpur.info/:/tmp:/usr/share/pear:/var/lib/php/session/:/home/kloxo/httpd/script) in /home/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info/administrator/components/com_docman/classes/DOCMAN_file.class.php on line 71

Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/var/www/virtual/korbanlumpur.info/htdocs/dmdocuments/) is not within the allowed path(s): (/home/httpd/korbanlumpur.info/httpdocs:/home/httpd/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info:/home/korbanlumpur.info/:/tmp:/usr/share/pear:/var/lib/php/session/:/home/kloxo/httpd/script) in /home/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info/administrator/components/com_docman/classes/DOCMAN_file.class.php on line 71
File Icon Buletin Kanal Korban Lapindo - Edisi 5 (2755)
(Buletin)

File Icon Buletin Kanal Korban Lapindo - Edisi 4 (3075)
(Buletin)

File Icon Buletin Somasi Edisi 01 (109)
(Buletin)

Komentar

Info Donasi

Kamis, 24 November 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 20.697.700,- Lihat di sini


Jum'at, 18 November 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 19.063.500,- Lihat di sini


Jum'at, 11 November 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 18.123.500,- Lihat di sini


Selasa, 18 Oktober 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 8.601.200,-  Lihat di sini


Rabu, 05 Oktober 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 5.277.200,- Lihat di sini


Kamis, 15 September 2011 Perolehan sementara donasi seribu Rupiah untuk pendidikan anak - anak Korban lumpur Lapindo terkumpul donasi sebesar Rp. 3.669.000,-. Lihat di sini


Senin, 05 September 2011 Perolehan sementara donasi seribu Rupiah untuk pendidikan anak - anak Korban lumpur Lapindo terkumpul donasi sebesar Rp. 2.460.700. Lihat di sini


Selasa, 23 Agustus 2011 Donasi seribu Rupiah untuk pendidikan anak - anak Korban lumpur Lapindo terkumpul donasi sebesar Rp. 1.396.200.


Perolehan sementara donasi Seribu Rupiah untuk Pendidikan Anak Korban Lumpur Lapindo Senin 22 Agustus 2011 Lihat di sini


Perolehan sementara donasi Seribu Rupiah untuk Pendidikan Anak Korban Lumpur Lapindo Per 19 Agustus 2011  Lihat di sini


Ingin mendukung "Aksi Seribu Rupiah"? Lihat di sini..


Daftar pemberi donasi per 2 Agustus 2010, baik secara langsung maupun lewat rekening, lihat di sini.


Senin, 2 Agustus 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 60.248.475.


Selasa, 20 Juli 2010, sejumlah 24 anak korban Lapindo telah menerima donasi publik untuk biaya pendidikan selama satu tahun. Lihat daftar penerima di sini.


Jum'at, 16 Juli 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 52.110.675.


Rabu, 14 Juli 2010, 12.30, donasi yang terkumpul sebesar Rp. 50.560.675.


Selasa, 13 Juli 2010, 06:15:34, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp. 35.110.675.

http://walhijatim.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=67:perolehan-donasi-seribu-rupiah-untuk-pendidikan-anak-korban-lumpur&catid=67:donasi&Itemid=105

Pengunjung

We have 78 guests online

Statistik

Members : 71
Content : 752
Web Links : 22
Content View Hits : 869179