Portal Korban Lapindo

Wednesday
Feb 08th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Ingkar Lagi, Telat Lagi

E-mail Print PDF

SIDOARJO - "Cicilan bulan April sampai Juni ini belum dibayar Lapindo. Jadi mereka nunggak pembayaran selama tiga bulan," ujar Zainal Arifin (42), korban Lapindo asal Desa Jatirejo, Porong.

 

Bukan kali ini saja Lapindo mengingkari perjanjian yang disepakatinya di hadapan presiden. Pada bulan-bulan sebelumnya, Lapindo juga sering telat membayar cicilan yang seharusnya dibayar setiap awal bulan kepada korban yang terpaksa menerima skema cicilan.

Zainal menuturkan, karena pembayaran dicicil, ia juga harus mencicil pembangunan rumahnya. "Kalau pembayaran macet, pembangunan rumah saya juga macet," keluh ayah dua anak yang masih sekolah itu.

Muhamad Kudhori (44), korban Lapindo asal Desa Kedungbendo, Porong, juga merasakan hal yang sama dengan Zainal. Pria yang kini menjadi tukang ojek itu merasa kerepotan memenuhi kebutuhan rumah tangga, karena pendapatannya dari mengojek tidak cukup untuk biaya seluruh keluarga.

Saat ditemui di pangkalan ojek di Tanggulangin, Kudhori menjelaskan, saat tanda tangan pembayaran berlangsung, Lapindo pernah pesan ke korban untuk tidak demo lagi demi kelancaran pembayaran.

"Sudah kami lakukan, tapi mereka (Lapindo) tidak mau melakukan kewajibannya," kata Kudhori.

Di tengah masalah yang tak kunjung usai, terbesit kabar jika warga akan melakukan demo kembali untuk menuntut hak mereka. "Kami akan demo lagi dalam waktu dekat," jelas Kudhori.

Selain ribuan korban lumpur yang mengalami macetnya cicilan pembayaran, ada sekitar 77 berkas korban dari empat desa yaitu Jatirejo, Renokenongo, Kedungbendo dan Siring yang sama sekali belum menerima pembayran 80 persen aset mereka. Warga pemilik 77 berkas tersebut menolak skema cicilan, dan tetap berpegang pada pola tunai (cash and carry)sebagaimana tercantum dalam Perpres 14/2007.

M. Zainul Arifin, koordinator kelompok ini mengatakan, Pemerintah hendaknya menalangi pembayaran ganti rugi warga yang kurang 77 berkas itu. "Setidaknya pemerintah bisa mengeluarkan dana talangan untuk melunasi warga yang sudah empat tahun ini menderita," tambahnya.

Zainul juga mengatakan, warga yang masih bertahan hanya menuntut diterapkannya peraturan yang tertera dalam Perpres 14/2007. "Warga tidak mungkin dicicil karena anggota keluarganya sangat banyak, apalagi Perpres 14/2007 sudah mengatur skema pembayaran 20-80 persen," kata pria yang kini tinggal di Keludan, Tanggulangin, itu. (fahmi)

(c) Kanal Newsroom

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Foto

Video

Marjinal: Jangan Padamkan Semangat

Langganan

Kanal Radio

Ketika Rohman Tidak Mendapatkan Informasi

Dokumen


Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/var/www/virtual/korbanlumpur.info/htdocs/dmdocuments/) is not within the allowed path(s): (/home/httpd/korbanlumpur.info/httpdocs:/home/httpd/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info:/home/korbanlumpur.info/:/tmp:/usr/share/pear:/var/lib/php/session/:/home/kloxo/httpd/script) in /home/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info/administrator/components/com_docman/classes/DOCMAN_file.class.php on line 71

Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/var/www/virtual/korbanlumpur.info/htdocs/dmdocuments/) is not within the allowed path(s): (/home/httpd/korbanlumpur.info/httpdocs:/home/httpd/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info:/home/korbanlumpur.info/:/tmp:/usr/share/pear:/var/lib/php/session/:/home/kloxo/httpd/script) in /home/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info/administrator/components/com_docman/classes/DOCMAN_file.class.php on line 71

Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/var/www/virtual/korbanlumpur.info/htdocs/dmdocuments/) is not within the allowed path(s): (/home/httpd/korbanlumpur.info/httpdocs:/home/httpd/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info:/home/korbanlumpur.info/:/tmp:/usr/share/pear:/var/lib/php/session/:/home/kloxo/httpd/script) in /home/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info/administrator/components/com_docman/classes/DOCMAN_file.class.php on line 71
File Icon Buletin Kanal Korban Lapindo - Edisi 5 (2755)
(Buletin)

File Icon Buletin Kanal Korban Lapindo - Edisi 4 (3075)
(Buletin)

File Icon Buletin Somasi Edisi 01 (109)
(Buletin)

Komentar

Info Donasi

Kamis, 24 November 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 20.697.700,- Lihat di sini


Jum'at, 18 November 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 19.063.500,- Lihat di sini


Jum'at, 11 November 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 18.123.500,- Lihat di sini


Selasa, 18 Oktober 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 8.601.200,-  Lihat di sini


Rabu, 05 Oktober 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 5.277.200,- Lihat di sini


Kamis, 15 September 2011 Perolehan sementara donasi seribu Rupiah untuk pendidikan anak - anak Korban lumpur Lapindo terkumpul donasi sebesar Rp. 3.669.000,-. Lihat di sini


Senin, 05 September 2011 Perolehan sementara donasi seribu Rupiah untuk pendidikan anak - anak Korban lumpur Lapindo terkumpul donasi sebesar Rp. 2.460.700. Lihat di sini


Selasa, 23 Agustus 2011 Donasi seribu Rupiah untuk pendidikan anak - anak Korban lumpur Lapindo terkumpul donasi sebesar Rp. 1.396.200.


Perolehan sementara donasi Seribu Rupiah untuk Pendidikan Anak Korban Lumpur Lapindo Senin 22 Agustus 2011 Lihat di sini


Perolehan sementara donasi Seribu Rupiah untuk Pendidikan Anak Korban Lumpur Lapindo Per 19 Agustus 2011  Lihat di sini


Ingin mendukung "Aksi Seribu Rupiah"? Lihat di sini..


Daftar pemberi donasi per 2 Agustus 2010, baik secara langsung maupun lewat rekening, lihat di sini.


Senin, 2 Agustus 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 60.248.475.


Selasa, 20 Juli 2010, sejumlah 24 anak korban Lapindo telah menerima donasi publik untuk biaya pendidikan selama satu tahun. Lihat daftar penerima di sini.


Jum'at, 16 Juli 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 52.110.675.


Rabu, 14 Juli 2010, 12.30, donasi yang terkumpul sebesar Rp. 50.560.675.


Selasa, 13 Juli 2010, 06:15:34, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp. 35.110.675.

http://walhijatim.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=67:perolehan-donasi-seribu-rupiah-untuk-pendidikan-anak-korban-lumpur&catid=67:donasi&Itemid=105

Pengunjung

We have 74 guests online

Statistik

Members : 71
Content : 752
Web Links : 22
Content View Hits : 869161