Portal Korban Lapindo

Tuesday
May 22nd
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Sidoarjo Menanti Bahaya

E-mail Print PDF

Lupakan angan-angan menjadikan Porong sebagai kawasan wisata geologis. Meski gagasan itu datang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, anggaplah ide ini kebablasan. Bagaimana bisa menarik wisatawan datang ke Porong kalau kawasan itu sudah hancur lebur? Menuju kawasan itu saja susahnya bukan main, jalanan macet. Hanya pelancong kurang kerjaan yang akan datang.

Di atas tanah, gas metana bermunculan, bahkan bisa menembus jalanan beraspal. Tak bisa dibayangkan apabila ada percikan api di sekitar itu--atau sekadar puntung rokok yang terbuang dekat semburan. Api akan berkobar dan ini membahayakan pengguna jalan.

Di bawah permukaan tanah terbentuk ruang kosong akibat lumpur tersedot keluar bertahun-tahun. Ini bisa membuat kawasan itu ambles. Jalan Raya Porong--penghubung utama Malang-Surabaya--sudah turun 1,4 meter. Tinggal menunggu waktu saja, jalan itu bakal ambrol, mengingat kendaraan masih lalu lalang di atasnya. Setiap hari rata-rata 160 ribu kendaraan melintasi kawasan ini. Jalur alternatif yang disediakan tak bisa menampung kendaraan yang mengalir di sana karena memang sempit dan juga kurang diminati. Malapetaka sewaktu-waktu bisa terjadi. Apalagi, menurut ahli geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), luas daerah yang ambles dan terkena efek semburan gas metana mencapai radius 3 kilometer dari pusat semburan.

Jika keselamatan rakyat yang menjadi prioritas utama, tak bisa lain pemerintah harus lebih sigap bertindak. Jalur lalu lintas di atas Porong sudah saatnya ditutup. Jangan sampai menunggu korban berjatuhan. Kalaupun jalur alternatif dirasa terlalu kecil untuk menampung kepadatan lalu lintas, jalan baru harus segera disiapkan, termasuk rel kereta api yang selama ini melintasi Porong.

Ini membutuhkan biaya yang tak sedikit. Pemerintah mestinya bisa "minta bantuan" pemilik Lapindo, yaitu Grup Bakrie, untuk membenahi kawasan yang sudah runyam ini. Meskipun kawasan ini berada di luar peta yang dinyatakan sebagai tanggung jawab Bakrie, semua orang tahu, biang dari bencana dahsyat ini adalah ulah Lapindo yang melakukan "kesalahan" dalam pengeboran di Blok Banjar Panji 1, yang memunculkan semburan lumpur sejak 29 Mei 2006. Bakrie seharusnya "paham dan mengerti" soal ini.

Masalahnya, Bakrie juga kewalahan atau boleh jadi memang "tak sepenuh hati" menangani korban lumpur Lapindo. Sampai saat ini masih ada warga yang belum menerima ganti rugi layak atas tanah dan rumahnya yang terendam lumpur. Pemerintah terlalu lembek dalam bertindak dan menekan Bakrie agar menyelesaikan kewajibannya.

Padahal pemerintah harus bertindak cepat menyelamatkan Sidoarjo yang mulai hancur. Rakyat di sekitar kawasan juga perlu diperhatikan. Coba simak hasil penelitian tim ITS, yang menunjukkan wilayah sebelah barat danau lumpur Lapindo sangat tidak layak huni. Pasalnya, kandungan gas hidrokarbonnya telah mencapai 55.000 ppm. Ambang batas maksimum untuk kesehatan adalah 0,24 ppm. Perlu ada tindakan mulia secepatnya, yakni menyelamatkan penduduk, bukan mendatangkan turis untuk melihat "neraka lumpur".

(c) korantempo.com

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Didi  - Lawan Bakri   |2010-05-31 23:42:55
Emang siapa Ical Bakri,lawan kalau yakin benar dia bersalah,karakternya emang
mau menang sendiri lihat saja manuver dalam politik,ekonomi,massmedia jangan2
mental nya gak terpuji
agustin  - kebijakan pemerintah yangkeliru   |2010-06-25 06:16:59
mana ada kebijakan yang mengatur jual beli peroranagn dengan coorporasi
ya di Indonesia saja yang melakukan prsisen menyalahi amanat dan jabatan

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Foto

Video

Marjinal: Jangan Padamkan Semangat

Langganan

Kanal Radio

Ketika Rohman Tidak Mendapatkan Informasi

Dokumen


Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/var/www/virtual/korbanlumpur.info/htdocs/dmdocuments/) is not within the allowed path(s): (/home/httpd/korbanlumpur.info/httpdocs:/home/httpd/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info:/home/korbanlumpur.info/:/tmp:/usr/share/pear:/var/lib/php/session/:/home/kloxo/httpd/script) in /home/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info/administrator/components/com_docman/classes/DOCMAN_file.class.php on line 71

Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/var/www/virtual/korbanlumpur.info/htdocs/dmdocuments/) is not within the allowed path(s): (/home/httpd/korbanlumpur.info/httpdocs:/home/httpd/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info:/home/korbanlumpur.info/:/tmp:/usr/share/pear:/var/lib/php/session/:/home/kloxo/httpd/script) in /home/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info/administrator/components/com_docman/classes/DOCMAN_file.class.php on line 71

Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/var/www/virtual/korbanlumpur.info/htdocs/dmdocuments/) is not within the allowed path(s): (/home/httpd/korbanlumpur.info/httpdocs:/home/httpd/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info:/home/korbanlumpur.info/:/tmp:/usr/share/pear:/var/lib/php/session/:/home/kloxo/httpd/script) in /home/korbanlumpur.info/korbanlumpur.info/administrator/components/com_docman/classes/DOCMAN_file.class.php on line 71
File Icon Buletin Kanal Korban Lapindo - Edisi 5 (2755)
(Buletin)

File Icon Buletin Kanal Korban Lapindo - Edisi 4 (3075)
(Buletin)

File Icon Buletin Somasi Edisi 01 (109)
(Buletin)

Komentar

Info Donasi

Kamis, 24 November 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 20.697.700,- Lihat di sini


Jum'at, 18 November 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 19.063.500,- Lihat di sini


Jum'at, 11 November 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 18.123.500,- Lihat di sini


Selasa, 18 Oktober 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 8.601.200,-  Lihat di sini


Rabu, 05 Oktober 2011 Gerakan Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak Korban Lapindo sampai hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp. 5.277.200,- Lihat di sini


Kamis, 15 September 2011 Perolehan sementara donasi seribu Rupiah untuk pendidikan anak - anak Korban lumpur Lapindo terkumpul donasi sebesar Rp. 3.669.000,-. Lihat di sini


Senin, 05 September 2011 Perolehan sementara donasi seribu Rupiah untuk pendidikan anak - anak Korban lumpur Lapindo terkumpul donasi sebesar Rp. 2.460.700. Lihat di sini


Selasa, 23 Agustus 2011 Donasi seribu Rupiah untuk pendidikan anak - anak Korban lumpur Lapindo terkumpul donasi sebesar Rp. 1.396.200.


Perolehan sementara donasi Seribu Rupiah untuk Pendidikan Anak Korban Lumpur Lapindo Senin 22 Agustus 2011 Lihat di sini


Perolehan sementara donasi Seribu Rupiah untuk Pendidikan Anak Korban Lumpur Lapindo Per 19 Agustus 2011  Lihat di sini


Ingin mendukung "Aksi Seribu Rupiah"? Lihat di sini..


Daftar pemberi donasi per 2 Agustus 2010, baik secara langsung maupun lewat rekening, lihat di sini.


Senin, 2 Agustus 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 60.248.475.


Selasa, 20 Juli 2010, sejumlah 24 anak korban Lapindo telah menerima donasi publik untuk biaya pendidikan selama satu tahun. Lihat daftar penerima di sini.


Jum'at, 16 Juli 2010, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 52.110.675.


Rabu, 14 Juli 2010, 12.30, donasi yang terkumpul sebesar Rp. 50.560.675.


Selasa, 13 Juli 2010, 06:15:34, aksi seribu rupiah untuk pendidikan anak korban lumpur Lapindo telah mengumpulkan donasi sebesar Rp. 35.110.675.

http://walhijatim.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=67:perolehan-donasi-seribu-rupiah-untuk-pendidikan-anak-korban-lumpur&catid=67:donasi&Itemid=105

Pengunjung

We have 10 guests online

Statistik

Members : 71
Content : 755
Web Links : 22
Content View Hits : 919165