Beberapa kali ada yang nanya kayak gini kepada saya.
"Ah anda kan cuma bisa mencela saja. Coba kalau anda dalam posisi Lapindo, apa anda tidak juga akan mengambil langkah serupa?"
"Menurut anda apa usulan konkret yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan masalah Lapindo"
Saya punya tiga versi jawaban untuk pertanyaan diatas, yang asal, marah2 dan yang serius.
Untuk yang asal, saya akan jawab gini (dengan gaya Gus Dur):
"Ya
suka2 saya, blog saya yang bikin, mau ngomong apa ngomentari apa ya
terserah kan. Kalo gak suka ya gak usah dibaca, gitu aja kok repot."
Untuk yang marah2, saya akan jawab gini:
"Eh,
kamu sialan ya, ngomong dipikir dulu dong yang bener. Yang harus ngerti
posisi itu Lapindo, tolol! Ayo kalau mau tukeran, kami nginep di Hotel,
Lapindo yang nginep di pasar selama dua tahun. Kalau kayak gitu, mau
diselesaikan cepat atau lambat2 yah terserah. Lagian, kamu sinting ya,
yang disuruh mikir solusi itu yah mereka. Kan ada tuh Freedom
institute. Pemerintah juga punya banyak pakar tho, di BPPT. Atau orang2
kampus yang jago2 itu. Faktanya 2 tahun toh gak ada rencana konkret
apa2. Kok malah korban yang disuruh mikir. Orang mikir perut aja
sekarang dah susah kok. Sana deh minggat, sebelum aku benemin lumpur,
Monyet!"
Untuk yang serius, saya akan jawab gini:
"Yah, 2009 nanti saya jadiin ketua BPLS deh, baru akan saya beberkan rencana saya"
Hehehe,
kayak kampanye salah satu capres aja. Ndak, saya nggak punya jawaban
yang serius. Saya cuman bisa mengajak anda berandai2, tetapi dengan dua
asumsi dasar. Asumsi pertama, data Forbes itu benar. Bahwa "Kau Tahu
Siapa" kekayaan pribadinya beneran 9,2 miliar dolar. (Eh, kekayaan
pribadi ini artinya harta pribadinya saja kan, belum termasuk aset grup
perusahaannya?) Asumsi kedua, nah ini yang saya kira sulit, "Dia yang
Namanya tidak boleh Disebut" beneran punya hati dan kepedulian.
Begini
andai-andainya. Dengan kekayaan dan sumber daya lain yang mereka
miliki, sangat banyak hal positif yang bisa dilakukan untuk membantu
korban. Alih-alih mengeksploitasi, mereka bisa membantu meringankan
beban penderitaan korban akibat tragedi kemanusiaan maha dahsyat ini.
Dengan 20-25 persen saja dari kekayaannya, Abu..r.i..z....(Pokoknya
Anda Tahulah), akan bisa secara mendasar menyelesaikan bencana Lapindo
sekaligus memulihkan kondisi korban.
Buat apa duit 20-25 persen dari kekayaan Bakrie itu dibelanjakan?
5 persen untuk menutup semburan
5 persen untuk membangun 'perumahan' yang diberikan secara 'cuma2' kepada korban.
5-10 persen untuk memulihkan lokasi dan infrastruktur.
5 persen untuk investasi industri migas di Sidoarjo
Dalam
proses-nya, korban akan dilibatkan secara intensif, terutama yang
kehilangan pekerjaan. Pembangunan perumahan akan memakai tenaga kerja
dari korban (tidak seperti sekarang, pada saat korban justru banyak
yang butuh pekerjaan, tidak ada satupun yang dipekerjakan oleh Lapindo).
Pembersihan
lokasi dan pengalihan infrastruktur juga demikian. Sedangkan untuk
pengelolaan wilayah yang tenggelam (perumahan atau industri pengolahan
migas dan berbagai produk turunannya) harus didirikan perusahaan baru,
dimana korban akan menjadi pekerja sekaligus pemilik sebagian dari
saham. Share-nya dihitung berdasar luasan aset yang tenggelam.
Berbagai
kegiatan ekonomi yang bisa dilakukan korban dalam proses ini, akan
dipakai untuk menyicil rumah yang mereka tempati (sehingga rumah itu
nantinya akan menjadi hak milik korban).
Maka korban akan pulih
hidupnya, dan Bakrie Group tetap akan memperoleh keuntungan bisnis
sekaligus kehormatan lepas dari do'a dan kutukan ratusan ribu orang di
Sidoarjo (dan mungkin jutaan orang Indonesia lainnya). Lha iya, kadang
saya itu berpikir, apa gunanya punya duit puluhan triliun yang bisa
dinikmati entah sampai berapa generasi ke depan, tetapi setiap hari
dikutuk dan didoakan jelek oleh ratusan ribu orang.
Bayangin.
Saya aja kalau misalnya ada yang mendoakan jelek, satu orang saja,
pasti tidak akan bisa tidur, dan akan berusaha sebisa mungkin agar
orang tersebut tidak jadi mendo'akan saya yang jelek2. Lha ini ratusan
ribu orang je. Apa ya nggak bakalan do'a satu atau dua orang akan
tembus. Apa gak malah jadinya sengsara tujuh turunan.
Ah, andai saja...
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|








kami Do'akan semoga perjuangan warga ...
kasihan para korban lumpur lapindo, m...
awalnya di perkirakan kelalaian seka...
ga kuat mo kasih komentar.....cm bs i...